Baubau, Jurnalsultra.id – Upaya Pemerintah Kota Baubau untuk memperkuat sektor ekonomi berbasis potensi lokal semakin nyata. Penyusunan dokumen Project Prospectus atau Investment Project Ready to Offer (IPRO) kini telah memasuki tahap akhir, yang ditandai dengan pelaksanaan Seminar Akhir yang digelar di Aula Galeri Gora, Kamis (27/11/2025).
Wakil Wali Kota Baubau, Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc yang secara resmi menutup seminar tersebut menyampaikan bahwa penyusunan dokumen IPRO merupakan bagian penting dari strategi transformasi ekonomi daerah sebagaimana tertuang dalam Asta Cita, khususnya poin kelima mengenai pembangunan hilirisasi dan industrialisasi.
“Dokumen IPRO yang sedang kita finalisasi hari ini merupakan instrumen strategis untuk memastikan bahwa setiap potensi investasi di Kota Baubau dapat disajikan secara komprehensif, terukur, dan memenuhi standar kelayakan yang diharapkan investor,” ujarnya.
Menurutnya, penyusunan IPRO tidak hanya sebatas pemenuhan kebutuhan dokumen formal, tetapi menjadi langkah nyata untuk menghadirkan proyek investasi yang siap ditawarkan kepada investor. Dengan demikian, Baubau diharapkan mampu meningkatkan minat investor sekaligus memperkuat realisasi investasi di daerah.
Salah satu fokus utama dalam dokumen investasi tersebut adalah pengembangan industri pengolahan rumput laut. Baubau dinilai memiliki potensi besar di sektor ini, mulai dari budidaya hingga rencana pengembangan produk bernilai tambah tinggi melalui hilirisasi.
“Kami berharap hasil akhir dari IPRO ini dapat menjadi instrumen yang efektif untuk menarik investasi dan mewujudkan industri pengolahan rumput laut yang maju dan berdaya saing. Dampaknya bukan hanya pada sektor industri, tetapi juga penciptaan lapangan kerja, peningkatan PAD, serta percepatan pertumbuhan ekonomi lokal,” tambah Hamsinah Bolu.
Peserta seminar Penyusunan dokumen Project Prospectus atau Investment Project Ready to Offer (IPRO)
Dalam kesempatan yang sama, ia menekankan tiga aspek utama yang harus menjadi perhatian dalam implementasi rencana investasi, yakni peningkatan nilai tambah, keberlanjutan lingkungan, serta kemudahan investasi. Hilirisasi rumput laut dinilai harus menjadi prioritas agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing dan nilai jual lebih tinggi dibandingkan penjualan bahan mentah.
Selain itu, ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Baubau dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, menyederhanakan proses perizinan, serta memberikan jaminan kepastian hukum bagi pelaku usaha dan investor.
“Investasi yang masuk harus menguntungkan masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, memberdayakan pembudidaya, serta menjaga kelestarian ekosistem laut,” tutupnya.
Dengan selesainya tahap seminar akhir ini, dokumen IPRO selanjutnya akan difinalisasi sebelum ditawarkan kepada calon investor, baik dalam maupun luar negeri. Pemerintah Kota Baubau menargetkan dokumen ini menjadi salah satu instrumen utama dalam menarik investasi strategis pada tahun mendatang.(Adm/Fadli)












