BAUBAUBeritaKesehatanPEMERINTAHAN

Pemkot Baubau Jemput Bola Laksanakan CKG

124
×

Pemkot Baubau Jemput Bola Laksanakan CKG

Share this article
(Foto.ist)
Baubau, Jurnalsultra.id – Untuk mencapai target di akhir tahun 2025, sejumlah strategi untuk mengajak masyarakat mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pun dilakukan oleh Pemerintah Kota Baubau. Salah satunya dengan meluncurkan program “Makesa” serta melakukan jemput bola atau mendatangi warga. Sehingga masyarakat tidak hanya memanfaatkan program cek kesehatan gratis.

Program Makesa jemput bola ini disimulasikan selama dua hari, yakni tanggal 13 hingga 14 Juni 2025. Dalam pelaksanaannya Pemerintah Kota Baubau akan menyasar perkantoran dan komunitas masyarakat. Selain bidang kesehatan, program Makesa juga dipadukan dengan program Keamanan Pangan Terpadu dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tak hanya memperluas jangkauan program Makesa, kegiatan ini pun diharapkan mempercepat pengentasan Tuberkulosis (TBC).

Diketahui sebelumnya, Walikota Baubau, Yusran Fahim telah meluncurkan Program Mari Cek Kesehatan Gratis (Makesa). Acara launching berlangsung di Monumen Pahlawan Nasional Sultan Himayatuddin Oputa Yi Koo, Sabtu 3 Mei 2025. Program Makesa ini untuk mendukung Asta Cita dan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto dan Wakilnya Gibran Rakabuming Raka.

Fokus program ini adalah meningkatkan layanan kesehatan masyarakat, termasuk CKG, penurunan 50% kasus TBC dalam lima tahun, serta penyediaan rumah sakit berkualitas di setiap puskesmas di daerah setempat.

Selain bidang kesehatan, program Makesa juga dipadukan dengan Program Keamanan Pangan Terpadu dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Rangkaian kegiatan akan berlangsung selama dua hari, yakni pada 13 dan 14 Juni 2025 di Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara.

Ditempat berbeda, dalam press releasenya, Kamis (12/06/2025), Deputi Bidang Materi Komunikasi dan Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office-PCO) Isra Ramli menjelaskan, sejak Program CKG diluncurkan secara nasional pada 10 Februari 2025, saat ini sudah menyentuh 7.971.748 warga dari 8.484.507 pendaftar (per 10 Juni 2025).

Kementerian Kesehatan menargetkan jumlah pendaftar bisa mencapai lebih 50 juta orang di akhir 2025.“Harus ada langkah-langkah strategis dalam upaya kita bersama mencapai target akhir 2025 ini. Misalnya apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Baubau ini, melaksanakan CKG dengan cara jemput bola,” ujar Deputi I PCO.

Ditambahkan, upaya jemput bola ini menawarkan CKG kepada masyarakat secara luas, termasuk anak anak, dewasa, dan lansia, ke komunitas, lembaga kesehatan, atau pihak swasta. Cara ini meningkatkan akses kesehatan masyarakat dan mendeteksi dini masalah kesehatan. Jika dari hasil pemeriksaan ditemukan kondisi tertentu, seperti tekanan darah atau kadar gula tinggi, warga dapat segera mendapatkan tindak lanjut pengobatan di Puskesmas.

Menurut Isra Ramli, CKG merupakan bagian dari program hasil terbaik cepat (PHTC) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.Ini adalah program terbesar dalam sejarah kesehatan Indonesia, mengingat target akhirnya adalah 280 juta penduduk secara bertahap. “Jadi kami mengapresiasi sekali terhadap Pemkot Baubau dan harapannya ini juga bisa dicontoh atau dilakukan di daerah-daerah lain,” pungkasnya.(Adm/Fadli).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *